Cara Gampang Mengisi SPT PPh Orang Pribadi

Gue sebenernya sebel ngeliat orang2 yang pada ribut gak bisa ngisi SPT tiap tahun. Kalo udah kerja beberapa tahun harusnya lo udah tau dong cara ngisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Caranya gak beda kok dari tahun ke tahun. Ntah terlalu ignorant jadi gak bisa-bisa ngisi sendiri, apa terlalu pelit buat bayar konsultan pajak sih?

 

Jadi gini, gue coba bikin panduan gampangnya. Panduan ini dengan asumsi lo adalah pegawai dengan 1 pemberi kerja (Cuma dapet gaji dari kantor, gak ada side job apapun yang ada bukti potongnya).

 

  1. Minta bukti potong dari kantor. Nama formulirnya itu 1721-A1. (selanjutnya gue sebut Bukti Potong)
  2. Formulir SPT mana yang harus lo isi? Liat di bukti potong itu bagian A nomor 9. Kalau dibawah 60jt, lo pake formulir 1770SS.  Kalau angka itu diatas 60jt, lo pake formulir 1770S. Formulir bisa didapet dimana? Yah kalo finance lo baik sih biasanya nyediain, kalo gak ada, download aja di websitenya Dirjen Pajak.
  3. Buat yang pake formulir 1770SS, Cuma perlu isi data2 di bagian atas formulir, mulai dari tahun pajak, NPWP, Nama dll. Isi harta dan hutang lo per 31 Desember, tanda tangan. SELESAI.
  4. Buat yang pake formulir 1770S, buka halaman 1 formulir itu, isi data di bagian atas. Tahun Pajak, Nama, Pekerjaan, (KLU selama ini sih gue kosongin :p) terus nomor telepon
  5. Okeh sekarang bagian yang banyak angkanya. Isi bagian A nomor 1 itu dengan angka yang ada di Bukti Potong nomor 14.  Dengan asumsi gak ada penghasilan lain, nomor 2, 3 dikosongin aja sehingga angka nomor 4 itu sama dengan angka di nomor 1. Buat nomor 5, kalau ada Zakat yang lo bayarkan mendingan gak usah dimasukin ke bukti potong daripada SPT lo jadi Lebih Bayar (percayalah ini ribet). Dengan begitu nomor 6 itu angkanya sama dengan nomor 4 dan 1.
  6. Isi angka di formulir 1770S  nomor 7, berdasarkan angka di Bukti Potong nomor 17
  7. Isi angka di formulir 1770S  nomor 8, berdasarkan angka di Bukti Potong nomor 18
  8. Isi angka di formulir 1770S   nomor 9, berdasarkan angka di Bukti Potong nomor 19
  9. Nomor 10 kosongin aja
  10. Nomor 11 angkanya sama dengan nomor 9. Sama dengan angka di Bukti Potong nomor 21
  11. Nomor 12 angkanya sama dengan nomor 9. Sama dengan angka di Bukti Potong nomor 22
  12. Nomor 13, 14, 15 kosongin aja
  13. Nomor 16 dan 18 di kotak kanan, tulis “Nihil”
  14. Kasih tanda “X” di bagian “Fotokopi Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 atau Bukti Potong PPh Pasal 21”
  15. Kasih tanda “X” di bagian “Wajib Pajak”. Isi tanggal (terserah tanggalnya pokoknya tanggal sebelum 31 Maret)
  16. Isi Nama Lengkap dan NPWP.
  17. Buka Lampiran 1. Isi Tahun Pajak, Nama dan NPWP
  18. Lo Cuma perlu isi tabel paling bawah, yang bagian C. Isi nama Kantor, NPWP Kantor, Nomor bukti potong, Tanggal Bukti Potong, Jenis Paja (isi “21”) dan Jumlah Pajak yang dipotong/dipungut (Sama dengan angka di Bukti Potong nomor 22). Data2 ini bisa lo liat di Bukti Potong ya
  19. Isi kotak kosong disamping JBC dengan angka jumlah pajak lo
  20. Di kanan bawah isi “1” di 2 kotak yang ada disitu (halaman ke 1 dari 1 halaman Lampiran I)
  21. Buka Lampiran 2. Isi Tahun Pajak, Nama dan NPWP
  22. Isi bagian B dengan harta2 yang lo miliki PER 31 DESEMBER TAUN LALU. Tabungan, deposito, kendaraan, property dll. Tahun Perolehan itu maksudnya Tahun lo beli. Harga Perolehan itu maksudnya harga belinya. Jadi kalo ada yang lo beli di taun ini ya gak usah dimasukin.
  23. Isi bagian C dengan hutang lo (biasanya sih gue tulis hutang2 yang ada hubungannya dengan Bank atau lembaga keuangan. Utang lo ke Warteg depan kantor yah gak usah lo tulis)
  24. Bagian D, isi anggota keluarga lo.
  25. Di kanan bawah isi “1” di 2 kotak yang ada disitu (halaman ke 1 dari 1 halaman Lampiran II)
  26. Kalo lo ngisi ini di Excel, jangan lupa Print di kertas ukuran FOLIO (Legal). Harus Folio, jangan tanya gue kenapa, tanya aja sama DJP. Tapi mending ikutin daripada masalah.
  27. Tanda tangan halaman 1, masukin amplop, serahin ke Dropbox.
  28. Jangan lupa minta tanda terima
  29. Udah sih gitu doang. Semoga lo pada ngerti yah..

 

Inget! Ini asumsinya buat pegawai dengan 1 pemberi kerja (1 kantor doang). Kalo kasus lo lebih rumit dari ini, bayar konsultan pajak aje yeee.. Jangan terlalu pelit. Kalo kasus lo lebih rumit berarti lo lebih banyak sumber income.. banyak duit kok bayar konsultan gak mau? Yang make jasa lo/beli product lo aja banyak :p

 

@fxmario Out

 

 

 

Advertisements

One thought on “Cara Gampang Mengisi SPT PPh Orang Pribadi

  1. Wah, matur nuwun ko Mar. Ternyata tinggal nyontek bukti potong pajak doang. Thanks buat panduannya. It is indeed very helpful.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s