Mari Olahraga: Freeletics

Awal Januari, saat dimana semua orang mulai menjalankan resolusi awal tahun mereka. Mungkin banyak yang menjadikan resolusi taun 2016 mereka sebagai awal dari kebiasaan hidup sehat. Tanpa gue sadari, banyak teman-teman mulai melakukan Freeletics. Freeletics feed gue , bagian dari aplikasi freeletics yang berisi aktivitas teman-teman, mendadak dipenuhi oleh teman-teman yang giat berolah raga. Gak cuma di pagi hari, bahkan ada beberapa teman yang masih berlatih di malam hari karena baru sempat olah raga setelah selesai bekerja. Beberapa dari teman-teman ini bahkan belum pernah olahraga sebelumnya. Katanya sih mereka terinspirasi latian-latian yang sering gue post di twitter dengan hestek #MariOlahraga MUAHAHAHAHAHAHAHAHA
Okeh.. Apa sih Freeletics? Freeletics adalah Olahraga yang seluruhnya menggunakan beban tubuh dengan sedikit sekali membutuhkan bantuan alat.  Apa ini olahraga baru? Sebenernya enggak. Gerakan-gerakan di Freeletics kaya Push ups, Sit ups dan Squat pasti pernah kita lakukan di sekolah dulu. Nah tapi menurut gue, jeniusnya orang-orang di Freeletics ini bisa mengemas gerakan-gerakan tersebut dan dibungkus menjadi 1 workout dengan nama-nama dewa dewi (dan titan) Yunani. Terasa jauh lebih keren jadinya :))

Freeletics ini bisa lo lakukan kapan saja lo mau. Latihan-latihan di Freeletics umumnya singkat, cuma butuh sekitar 10 – 40 menit. Tapi jangan salah, karena intensitas latiannya sangat tinggi, lo akan keringetan parah. 15 menit latian freeletics keringetnya bisa aja lebih banyak daripada lo jogging 5KM.. Efek sampingnya paling lo akan ngomel-ngomel kesel sepanjang latian hahahaha.

Gue memulai perjalanan Freeletics gue di bulan Desember 2014, pas lagi liburan deket-deket Natal. Jadi ketika gue menulis ini, udah 13 bulan gue latian Freeletics. Gue cukup puas dengan hasil yang gue capai selama setaun ini latian Freeletics. Gue bisa mempertahankan body fat gue di angka 13% an walau kadang diet gue berantakan. Gak kok, gue gak sixpack.. Pernah sih dulu ampir sixpack, tapi gue gak tahan latian dan dietnya. Nanti gue akan cerita deh kenapa sixpack itu rada overrated dan sebenarnya gak perlu-perlu amat, kecuali lo ledom yang harus poto2 buka baju, atau bodybuilder. Bukan gak boleh buat sixpack, tapi gak usah ngoyo sampe tersiksa. Sixpack bukan satu-satunya parameter kalo lo hidup sehat dan latihan lo berhasil kok.

Oh iya, ini perjalanan gue selama setaun latian Freeletics

Freeletics 2015

Tuh kan, kalo dirata-rata, sebenernya dalam 1 hari gue gak menghabiskan lebih dari 10 menit latian. Rata-rata loh.. Lo perlu ada hari libur juga buat recovery. Plus gue juga sempet sakit selama 2 minggu kalo gak salah, jadi gak bisa latian.

So, kenapa gue mulai ngeblog lagi? Karena gue merasa banyak banget yang bisa gue ceritain dalam setaun perjalanan gue freeletics ini, dan gue pengen berbagi sama kalian yang ingin hidup sehat dan memulai olahraga ini.

Doakan gue gak males ngetik ya, ingetin gue di twitter gue: @fxmario juga boleh..

hahahahaha

 

=/\= @fxmario out =/\=

Advertisements

2 thoughts on “Mari Olahraga: Freeletics

  1. Pingback: Freeletics untuk Pemula | Live Fit and Prosper

  2. Pingback: Gue Gak Mau Jadi Bodybuilder. | Live Fit and Prosper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s