Berlari Menjauh dari Diabetes

Halo, Blog pertama di 2020. 😀

Mundur dikit… Di akhir 2019 kan saya memulai kebiasaan baru dengan mulai rajin Medical Check Up paling gak, sekali setahun. Medical Check Up saya yang terakhir sih secara umum bagus. Tapi ada 2 hal yang harus saya perhatikan di 2020. 

  1. Kadar LDL: Kadar Low Density Lipoprotein atau gampangnya orang suka menyebut dengan “Kolesterol Jahat”. Angka ini sebenarnya masih di bawah batas aman. 
  2. Gula darah puasa: Angka ini juga masih di batas aman. Tapi makin deket ke batas aman nih. Agak kaget juga mengetahui angka ini lumayan tinggi karena dulu-dulu angkanya selalu bagus karena saya termasuk orang yang menghindari konsumsi gula tambahan di makanan dan minuman.

Dengan semakin bertambahnya usia, saya harus mulai memerhatikan angka-angka indikator kesehatan ini nih.

MCU

 

Tingginya gula darah dan kadar LDL ini bisa memicu munculnya penyakit-penyakit degeneratif. Salah satu contohnya adalah diabetes. Jujur, saya mulai olahraga dulu itu karena takut sama penyakit diabetes. Banyak anggota keluarga saya yang lebih tua terkena penyakit diabetes ini. Yang menyeramkan dari penyakit diabetes ini adalah: kalau muncul penyakit lain susah sembuhnya. Misalnya nih, luka terbuka dan berdarah, keringnya akan lama dan bisa merembet ke mana-mana. Emak (nenek) saya dulu sampe sebagian daging di bagian kakinya harus dioperasi untuk dibuang karena ada luka yang tidak kunjung kering dan sembuh. 

Karena hal-hal tadi, saya mulai meningkatkan lagi pola hidup sehat saya agar #LebihBaik. 

Mulai dari diet: saya mulai membatasi makanan-makanan yang bisa meningkatkan kadar gula darah seperti karbohidrat simple (nasi putih, gula, tepung terigu, dll). Saya mulai kembali mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti oatmeal, beras merah dan ubi. Karbohidrat kompleks ini baik sebagai makanan untuk mencegah diabetes karena tidak cepat menaikkan kadar gula darah di tubuh. Indeks glikemik dari makanan-makanan ini rendah dan kadar seratnya tinggi.

Selanjutnya pola tidur: saya membiasakan tidur 6-8 jam setiap malam. Kalau perlu, saya juga mengonsumsi suplemen magnesium untuk meningkatkan kualitas tidur.

Tidak kalah penting: olahraga. Di tahun 2020 ini saya mau meningkatkan durasi lari saya. Selama ini saya terlalu nyaman dengan angkat beban dan High Intensity Interval Training lewat crossfit. Saya mulai mengabaikan latihan lari di  beberapa tahun terakhir ini. Di tahun 2020, saya akan menambah latihan saya dengan mulai berlari kembali dan memperbaiki cara berlari saya.

 

Niat hidup sehat ini sejalan dengan acara yang digelar pada 11 Januari 2020 lalu oleh PT Sun Life Financial Indonesia yang bernama Sun Life Resolution Run 2020 di ICE BSD, Tangerang.

Resolution RunSource: resolutionrunindonesia.com

Melalui event lari #ResolutionRunID ini, Sun Life Indonesia mengajak  masyarakat dan komunitas lari untuk membangun pola hidup sehat melalui olahraga untuk membangun hidup lebih sehat dan melawan diabetes. Di kesempatan ini, Sun Life juga memberikan donasi sebesar Rp 850.000.000 yang akan digunakan untuk edukasi, pencegahan dan kualitas hidup para penderita diabetes. Sumbangan ini diharapkan dapat mendukung para penderita diabetes untuk dapat lebih sehat fisik dan sehat finansial. 

Sun Life Indonesia juga berkolaborasi dengan FKUI/RSCM untuk membangun klinik edukasi diabtetes dan edukasi melalui buku edukasi diabetes agar masyarakat semakin paham bahaya penyakit ini dan dapat mencegahnya. Kita sebagai bagian dari masyarakat juga diharapkan ikut menyebarkan informasi ini demi Indonesia yang lebih sehat. So let’s #TeamUpAgainstDiabetes and #LiveHealthierLives.

/Mario out

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s